Agen CIA Ungkap Amerika Salah Memandang Diktator Irak, Saddam Hussein Usai Interogasi 10 Tahun Lalu


Pengakuan mengejutkan diungkapkan agen CIA, John Nixon terkait dengan diktator Irak, Saddam Hussein.

Agen CIA inipun mengungkapkan pandangan selama ini yang dituduhkan sebagai diktator kejam adalah salah.

 

Arizona College, East Bay in USA

  Arizona State University in USA   Virginia International University   University of Kansas Scholarship, USA   Why Should Choose USA for Study Abroad? Study in USA? Why?? The most popular international student....

Hal ini berdasarkan pada penangkapan hingga interogasi yang ia lakukan pada sang diktator usai penangkapan.

Ini cerita yang dituliskan John Nixon pada Dailymail:

Aku sudah terjaga selama 27 jam dan sangat melelahkan. Tapi informasi yang didapat membuat adrenalinku terus terpacu.

Pasukan khusus berhasil memburu pria yang menjadi target nomor 1 dari sebuah lubang di bawah tanah.

Bosku di CIA kemudian memanggilku untuk mengidentifikasi pria ini.

Apakah pria kekar yang terlihat tidak terawat ini benar-benar Saddam Hussein, diktator Irak yang paling dicari di dunia?

Hari itu 13 Desember 2003 dan aku sudah berada di Irak selama delapan minggu.

Menjadi seorang agen untuk pencarian pemimpin yang terkenal di dunia, Saddamm Hussein.

Kala itu aku dipanggil untuk menemui Direktur Eksekutif CIA, Buzzy Krongard.

Sementara itu perang untuk menggulingkan rezim Saddam sudah berlangsung selama hampir sembilan bulan.

Hingga akhirnya kami menuju sebuah peternakan di sebuah desa dekat rumah Saddam, Tikrit.

Kami menemukan seorang pria berjanggut yang bersembunyi di bunker bawah tanah.

Sekelompok perwira senior menanyaiku untuk bisa mengidentifikasinya, apakah pria berjanggut ini sang diktator.

Aku mengatakan sang diktator memiliki tato suku di tangan kanan dan pergelangan tangan.

Luka peluru di kaki kiri dan bibir bawahnya terlihat mencibir ke satu sisi. Tanda yang aku pelajari dari video.

"Kita harus memastikan bahwa pria ini adalah Saddam, bukan kembarannya."

Seperti diketahui berdasarkan informasi, Saddam memiliki banyak orang cadangan yang mirip dengannya.

Kala itu aku memutuskan untuk diam dan fokus menyusun pertanyaan untuk sang diktator.

Militer memutuskan menerbangkan pria yang diduga Saddam ke bandara Baghdad dan mengidentifikasinya di sana.

Pada tengah malam, seorang pria berkacamata mengantarkan kami di jalanan bandara, zona terlarang di malam hari.

Di bandara, berjalan menuju sebuah rumah yang pernah ditempati pasukan khusus Saddam.

Di dalamnya terjadi kekacauan, hingga akhirnya sebuah pintu terbuka.

Ada dia duduk di kursi lipat logam, mengenakan jubah dilapisi jaket biru dengan tinggi mencapai 1,85 meter.

Meski sebagai tahanan yang akan dieksekusi, ia tetap memiliki aura sebagai pemimpin.

Melalui penerjemah aku bertanya. "Saya punya beberapa pertanyaan, saya ingin Anda menjawabnya dengan jujur, apa Anda mengerti?.

Saddam mengangguk. "Kapan terakhir kali Anda melihat anak Anda hidup?".

Aku berharap Saddam akan memberontak, tapi ia menjawab. "Siapa kalian, intelejen militer? Intelejen sipil?

Jawab aku, apa identitas kalian?

Aku mengamati tato suku dan ciri mulutnya. Sekarang aku perlu melihat bekas luka tembak. Ada begitu banyak yang ingin ku ketahui.

Bagaimana ia melarikan diri dari Baghdad, siapa yang membantunya. Tapi dia tidak akan menjawab, hanya menjawab pertanyaan yang ingin dijawabnya.

"Kenapa kau tidak bertanya tentang politik? Kamu bisa belajar banyak dariku," lontarnya.

Aku yakin dia tak akan berpikir dua kali untuk membunuh rakyatnya, melihat dari banyak goresan di tubuhnya.

Dia mengangkat baju putihnya dan memperlihatkan kerusakan kaki kirinya. Aku melihat bekas luka.

"Apakah itu bekas luka peluru?", tanyaku. Ia mengiyakan.

Menangkap Saddam adalah kabar yang sangat baik, tapi kami harus mendapatkan bukti tentang rezimnya.

Khususnya senjata pemusnah massal. "Kau menemukan seorang pengkhianat, Saddam Hussein, Tidak ada pengkhianat yang akan memberitahumu dimana senjata massal."

"Amerika adalah sekelompok orang bodoh yang tidak mengerti Irak dan ingin menghancurkannya."

"Irak bukan bangsa teroris." "Kami tak memiliki hubungan dengan Osama bin Laden dan tak memiliki senjata pemusnah massal."

"Kami tak menebar ancaman bagi negara terdekat kami. Tapi presiden Amerika (George W Bush) mengatakan Irak ingin menyerang ayahnya. Dan memiliki senjata pemusnah massal."

Kemudian kami bertanya apakah ia pernah menggunakan senjata pemusnah massal melawan tentara Amerika.

"Kami tidak pernah berpikir menggunakan senjata pemusnah massal. Tidak pernah didiskusikan. Menggunakan senjata nuklir melawan dunia?."

"Apakah ada yang akan melakukannya? Siapa yang akan menggunakan senjata ini, jika tak digunakan melawan kami."

Jawaban ini tak sesuai ekspektasi, bagaimana Amerika bisa begitu salah?

Saddam memiliki jawaban ini. "Karena tak ada keinginan untuk mendengarkan dan mengerti. Saya tidak bilang saya tidak bersalah."

Pengakuan langka yang digambarkannya tentang Irak. Apakah ia main-main, menutupi kebenaran demi harga diri?

Kemudian aku bertanya tentang senjata kimia yang digunakan di salah satu kota Kurdi, Halabja selama perang Iran dan Irak.

Dia marah. "Saya tidak takut dengan kamu dan presidenmu. Saya akan melakukan apapun untuk membela negara saya."

Kemudian ia berpaling dengan muka mengejek. "Tapi aku tak membuat keputusan itu.

Kami memutuskan menyelesaikan interogasi. Ketika Saddam meninggalkan ruangan, dia menatapku.

Aku merasa terusik oleh beberapa orang dalam hidupku. Tapi tak ada yang pernah melihatku dengan tatapan kebencian seperti seorang pembunuh.

Atasanku sangat senang dengan hasil yang didapat. Tapi dia marah tentang Halabja.

Bukan hanya interogasi dengan Saddam yang mengejutkanku. Informasi berkembang bagaimana ia dipukuli ayah tirinya.

Hingga banyak psikiater terkemuka mengungkapkan hal ini yang menjadikan Saddam begitu kejam dan ingin senjata nuklir.

Namun dalam interogasi, asumsi tentang Saddam terbalik. Ia mengatakan ayah tirinya adalah orang yang sangat baik yang pernah dikenalnya.

"Ibrahim Hasan - Semoga Allah memberkatinya. Jika ia memiliki rahasia, ia akan mempercayakan kepada saya. Aku lebih disayanginya dibandingkan anaknya, Idham."

Kemudian aku bertanya tentang informasi dari CIA jika dia sakit, hingga harus membuatnya berhenti mengonsumsi daging dan cerutu.

Dia mengatakan itu salah. Dia tetap merokok, empat cerutu setiap hari dan suka dengan daging dan dia sangat sehat.

Dalam profil CIA Saddam digambarkan sebagai pembohong besar, memerintah dengan tangan besi.

Tapi itu terjawab dengan kelalaian Saddam yang tak memiliki rencana mempertahankan Irak dan mengetahui ada badai besar yang mendekati.

Saddam bahkan menjawab dengan cepat ketika ditanya keterkaitannya dengan tragedi 9/11.

"Lihat siapa yang terlibat." "Dari mana dia berasal? Arab Saudi. Dan pemimpinnya Muhammad Atta, apakah dia dari Irak? Tidak.

Dia dari Mesir, mengapa kamu berpikir aku terlibat dalam penyerangan itu?".

Saddam percaya tragedi 9/11 akan membawa Irak dan Amerika lebih dekat, karena Washington memerlukan pemerintahan sekuler untuk memerangi fundamentalisme.

Selama pembicaraan berlangsung, ledakan sering terdengar. Saddam mengatakan semua tak berjalan baik untuk pasukan Amerika.

"Anda akan gagal." "Anda akan tahu tak semudah itu mengatur Irak."

Sejarah telah membuktikan kebenarannya. Tapi aku masih penasaran mengapa ia begitu yakin dengan apa yang ia ucapkan.

"Karena kamu tak tahu bahasa, sejarah, dan pikiran orang Arab," katanya.

"Sulit mengetahui tentang rakyat Irak tanpa mengetahui cuaca dan sejarahnya. Perbedaan antara siang dan malam, musim dingin dan musim panas.

"Itu sebabnya orang Irak keras kepala, karena cuaca panasnya."

Diktator Irak Saddam Hussein menunjukkan emosinya ketika membahas putrinya, Rana dan Raghid.

Matanya berkaca-kaca dan suaranya bergetar. "Aku sangat merindukan mereka," katanya.

"Saya memiliki hubungan yang dekat dengan mereka. Mereka sangat mencintai saya, dan saya mencintai mereka. "

Saddam juga mengatakan ia bangga anaknya Uday dan Qusay, tetapi realistis mereka masih memiliki kekurangan.

Dia terkadang merasa perlu untuk menghukum mereka. Uday terkadang membawa masalah.

Dia mengatakan, dia marah ketika mengetahui Uday membeli Bentleys, Jaguar dan Mercedes di garasi dan dilindungi oleh tentara Garda Republik.

"Pesan apa yang kita sampaikan pada rakyat Irak yang menderita karena sanksi (dunia)."

Saddam membakar mobil usai mengetahui Uday mabuk, ditembak dan terluka oleh saudara tiri, Watban di sebuah pesta keluarga.

Dia tertawa dan menambahkan. "Musim panas mendatang mungkin mereka akan memberontak, Seperti musim panas 1958 yang sedikit panas. Pada 1960 yang panas, kami memiliki sebuah revolusi. Mungkin kamu bisa mengatakannya pada Presiden Bush!.

 

Perilaku Anak-anak Saat Ujian Bikin Ngakak, Lihat Isi Jawabannya

Ada saja ulah yang dilakukan anak-anak di dalam kelas saat sedang mengerjakan soal ujian. Perilaku anak-anak saat mengerjakan soal ujian terkadang membuat tertawa.   8 Tahun Bercerai, Artis Ini Akhirnya Rujuk dengan Mantan....
TAG:
Loading...